Rabu, 07 Desember 2016

MARKETING MIX

Pengertian Marketing Mix

Pengertian marketing Mix Secara bahasa adalah Bauran Pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing Mix adalah strategi pemasaran yang di laksanakan secara terpadu atau strategi pemasaran yang di lakukan secara bersamaan dalam menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing Mix itu sendiri.


Unsur 7P Marketing Mix
1.      Produk (Product)
Produk merupakan segala sesuatu berwujud (tangible) atau tidak berwujud (intangible) yang diproduksi secara massal dan ditawarkan oleh produsen dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen yang dituju. Produk menjadi pilar yang vital dalam marketing mix karena menentukan positioning di pasar (konteks: kualitas produk). Jika produk yang dihasilkan memberikan nilai tambah dan manfaat bagi konsumen maka proses pemasaran menjadi efektif serta efisien.
Pemasar sebagai first line perusahaan, kita dituntut untuk memahami berbagai faktor diantaranya hierarki produk sebelum memulai memasarkannya kepada masyarakat. Menurut Kotler, produk dibagi menjadi lima bagian yaitu,
·         Produk Utama (Core Product)
Tingkatan produk yang paling dasar. Konsumen membeli produk kita hakekatnya membeli sebuah nilai dan manfaat. Jika produk yang ditawarkan tidak memenuhi kebutuhannya maka tidak akan pernah terjadi penjualan. Maka perusahaan perlu memperhatikan faktor ini sebelum mengembangkan aspek lain. Contoh : Pakaian memiliki fungsi dasar melindungi tubuh dari cuaca dan hewan liat
·         Produk Dasar / Generik (Basic Product)
Tingkatan kedua yang mewajibkan produsen dalam mengubah kebutuhan konsumen menjadi sebuah produk. Poin kedua ini memiliki korelasi dengan produk utama. Manfaat pokok harus direalisasikan menjadi produk yang dapat dibeli, dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat. Contoh : masyarakat membutuhkan website, maka perusahaan webmaster membantu memenuhi kebutuhan konsumen dengan menyediakan jasa pembuatan website lengkap.
·         Produk Harapan (Expected Product)
Barang atau jasa yang ditawarkan kepada calon konsumen. Hal yang ditonjolkan umumnya berdasarkan keinginan konsumen disamping kebutuhan pokoknya. Produk ini juga dikemas beserta kelengkapan atribut (satu paket penawaran) dan perhatian kondisinya yang layak / normal sehingga konsumen menjadi tertarik. Contoh : Jasa pembuatan website perlu memenuhi harapan dengan memberi komponen yang dibutuhkan konsumen diantaranya domain, hosting, memberi akses mudah dalam mengoperasikan website pelanggannya dan garansi produk yang tentu memberi rasa aman kepada konsumen.
·         Produk Pelengkap (Augmented Product)
Produk yang diharapkan memberikan manfaat lebih dari produk utama sehingga konsumen menjadi puas karena produk melampaui harapannya. Langkah yang dilakukan adalah memberikan penambahan fitur dan kemudahan layanan yang melengkapi produk utama. Contoh : Smartphone sebagai produk utama akan cenderung dilirik oleh konsumen jika dipaketkan dengan micro sd dan powerbank yang sifatnya melengkapi kebutuhan pengguna tersebut.
·         Produk Potensial (Potential Product)
Tingkatan tertinggi dalam hierarki produk. Poin ini memiliki keterkaitan dengan produk pelengkap dimana produsen memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan konsumen dengan penawaran yang menarik. Jika produsen dapat memenuhinya maka produk yang ditawarkan akan dicari oleh konsumen. Contoh : Sebuah kafe menyediakan kopi yang berkualitas tinggi & harganya kompetitif. Disamping itu, mereka menyediakan tempat luas, ber-AC. Dilengkapi oleh colokan & WiFi diberbagai spot pengunjung.
Kita tidak hanya fokus terhadap produk yang dihasilkan saja namun ada beberapa faktor yang menunjang produk tersebut laku dipasaran. Desain kemasan produk juga menjadi salah satu yang diperhitungkan konsumen sebelum memutuskan membeli, diferensiasi dengan produk serupa dan kegunaan produk bagi pemenuhan kebutuhan konsumen.
2.      Harga (Price)
Harga merupakan sejumlah yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk dapat mendapatkan atau menggunakan produk yang diinginkan. Harga yang dipatok tidak boleh sembarangan karena berdampak bagi keberlangsungan perusahaan. Disamping  itu siklus marketing mix akan terganggu jika harga yang dipasang tidak sesuai biaya yang dikeluarkan perusahaan. Maka dari itu, perlunya merencanakan harga produk dari awal setelah proses produksi.
Penentuan harga sebuah produk dapat menggunakan sampel berikut ini,
·         Harga Modal x 25% ( Profit )
Penentuan profit sesuai selera Anda.
·         Harga Modal (bahan baku) + Profit + Operasional
Operasional meliputi tempat, PLN, PDAM, jaringan, tenaga, biaya tidak terduga dan pajak.

Faktor lain yang dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga yaitu daya beli masyarakat, harga pokok produk, kualitas barang, pembayaran, pemberian diskon, perbedaan harga dengan kompetitor dan sebagainya.
Perusahaan juga dapat menggunakan metode skimming price dan penetration price,
Ø  Harga Tinggi (Skimming Price)
Penentuan harga yang tinggi ini dapat dilakukan ketika sebuah perusahaan meluncurkan produk terbaik dan terbaru di pasaran. Penggunaan skimming price ini bersifat temporer / sementara dan digunakan untuk mencari keuntungan di awal periode penjualan. Jika persaingan pasar sudah ketat, maka harga produk yang sebelumnya fantastis tersebut akan menyusut sesuai keadaan pasar. Contoh : Smartphone flagship dari brand ternama dunia yang pada awalnya dibandrol puluhan juta seiring menyusut harganya karena sudah tidak lagi eksklusif dan menyesuaikan daya beli masyarakat.
Ø  . Harga Rendah (Penetration Price)
Penentuan harga yang rendah bertujuan mendapatkan penetrasi pasar yang luas dan mendapatkan loyalitas masyarakat terhadap produk. Diharapkan dengan ditentukannya harga yang miring tersebut, masyarakat dapat membeli produk dengan skala besar dengan waktu singkat. Contoh : Perusahaan sepeda motor melakukan segmentasi harga bagi sejumlah varian produknya sehingga masyarakat dapat membeli sepeda motor mulai dari harga murah sampai mahal. Hal ini cukup efektif dalam mendapatkan penetrasi pasar di setiap segmen sesuai daya beli masyarakat.

Hendaknya dalam penentuan harga kita perlu realistis, penuh perencanaan dan tidak hanya berorientasi pada profit. Jika seluruh komponen dikolaborasikan sehingga menciptakan harga yang tepat maka produk yang ditawarkan akan dapat diterima masyarakat.
3.      Saluran Distribusi (Place)
Saluran distribusi merupakan saluran yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen kepada konsumen. Jika saluran distribusi semakin banyak, berada di tempat strategis dan mudah diakses oleh konsumen maka profit yang dihasilkan akan meningkat. Saluran distribusi dalam marketing mix tidak hanya bersifat offline atau retail namun juga meliputi berbagai media.
Perkembangan teknologi informasi sangat membantu dikarenakan saluran distribusi yang semula tradisional bermigrasi ke internet. Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia juga patut diapresiasi. Mereka menyediakan market place baru yang mudah digunakan dan gratis bagi siapapun. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan sales produk.

Perlu diperhatikan bahwa produk dengan saluran distribusi harus terintegrasi dengan baik. Hal ini berarti kita tidak boleh hanya mengandalkan internet saja, namun juga harus menyediakan di retail / outlet yang dekat dengan calon konsumen. Jadi, retail harus tetap ada dan internet mampu menyokong retail sehingga masyarakat semakin mudah mengakses dan membeli produk kita.

Terdapat empat pertimbangan sebelum memutuskan memilih saluran distribusi dalam marketing mix,
·         Pertimbangan Pasar meliputi jenis pasar yang dituju, jumlah pelanggan, geografis pasar dan jumlah serta ukuran pesanan produk.
·         Pertimbangan Produk meliputi nilai produk yang ditawarkan, daya tahan produk terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi dan teknis pendistribusian produk.
·         Pertimbangan Distributor meliputi jasa yang dapat diberikan oleh distributor, keberadaan distributor yang merata diberbagai wilayah dan ketaatan distributor terhadap kebijakan yang telah ditentukan perusahaan.
·         Pertimbangan Perusahaan meliputi sumber daya yang dimiliki perusahaan, kemampuan manajemen, pengendalian distributor, jasa yang diberikan dan lingkungan.
4.      Promosi (Promotion)
Promosi merupakan kegiatan yang bertujuan menginformasikan dan mempromosikan produk atau jasa kepada calon konsumen. Diharapkan dengan promosi tersebut mengenal dan tertarik untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan perusahaan. Langkah promosi yang dilakukan haruslah sistematis dan perlu repetisi. Hal ini bertujuan agar calon konsumen teringat dengan produk ataupun merk yang diinformasikan.

Komponen promosi dalam marketing mix memiliki sub-struktur yang dikenal sebagai promotion mix. Promotion mix terdiri atas beberapa unsur yang seringkali digunakan pemasar dalam mempromosikan barang. Berikut ini penjelasan selengkapnya,
·         Periklanan (Advertising)
Periklanan merupakan segala jenis bentuk kegiatan mempromosikan produk atau jasa kepada calon konsumen dengan cara mempresentasikannya kedalam bentuk visual, audiovisual dan teks persuasif. Contoh : Perusahaan air minum kemasan melakukan promosi disejumlah media seperti cetak, elektronik dan online untuk menjangkau pasar yang luas. Namun perlu diperhatikan sebelum melakukan campaign, kita harus melakukan perencanaan sehingga dana yang dialokasikan untuk beriklan efektif dan efisien. Kita dapat menggunakan media sosial untuk membangun interaksi dengan konsumen dan meningkatkan profit alternatif selain media konvensional.
·         Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan merupakan dorongan dan upaya produsen untuk mendapatkan penjualan secara singkat dan dengan nilai yang besar. Tujuan utama diadakan promosi penjualan antara lain, menarik calon konsumen baru, memberi penghargaan kepada pelanggan lama, meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk, meningkatkan loyalitas pelanggan dan meningkatkan pendapatan perusahaan jangka pendek.
Langkah yang sering digunakan meliputi diskon produk tertentu, memberikan penawaran beli dua gratis satu, penawaran produk dalam bentuk paket hemat, memberi merchendise dan sebagainya. Langkah ini lebih baik dilakukan ketika masyarakat sudah mengetahui produk kita melalui media periklanan sehingga efektif dan menghasilkan profit yang besar.
·         Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Prinsip hubungan masyarakat dalam marketing mix dan promotion mix memberi dampak jangka panjang. Public relation sendiri dikenal sebagai pihak yang bertugas untuk menjaga hubungan antara perusahaan dengan pihak regulator, media dan masyarakat tetap harmonis. Disamping itu, citra positif perusahaan perlu dijaga untuk menghindari prasangka buruk dari faktor eksternal.
Melihat kegiatan public relation, ada beberapa yang dapat dilakukan seperti, tanggung jawab sosial (CSR) dan mengadakan event tertentu yang melibatkan pihak disekitar lingkungan perusahaan. Jika hubungan dengan pihak luar baik dan disokong oleh kegiatan yang memberi dampak sosial maka kepercayaan masyarakat terhadap merk dan produk meningkat. Dampaknya produk akan direkomendasikan oleh masyarakat yang loyal tersebut kepada sanak saudara ataupun khalayak.
·         Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Pemasaran langsung sering dipakai oleh pihak perusahaan untuk menawarkan produknya kepada calon konsumen. Namun cara ini cukup sering dikecam oleh sebagian masyarakat karena meresahkan. It’s True! Jadi, bagaimana langkah yang benar menggunakan langkah pemasaran langsung ini ? Pertama, pastikan sebelumnya calon konsumen pernah mendaftar atau berkunjung langsung ke kantor pemasaran untuk bertanya seputar produk. Kedua, dia mengizinkan untuk diminta nomor telepon dan dihubungi diwaktu tertentu dan ketiga, dia antusiasme terhadap produk yang ditawarkan.
Jika calon konsumen sudah melalui tahap tersebut maka usaha kita dalam menggunakan pemasaran langsung dapat efisien dan menghasilkan penjualan. Jangan sekali – kali menelpon ke calon konsumen sebelum mereka mengenal perusahaan ataupun produk kita. Hal itu sama dengan menjatuhkan nama baik perusahaan. Maka, selayaknya etika dalam pemasaran dan penjualan perlu diperhatikan secara seksama.
·         Penjualan Mandiri (Personal Selling)
Kegiatan penjualan mandiri seperti presentasi didepan umum, tanya jawab dengan satu atau lebih terkait produk dan melayani penjualan secara real time dengan calon konsumen. Penjualan mandiri dilakukan oleh sales person yang sudah diberi instruksi oleh departmen marketing untuk menarget konsumen tertentu. Hal ini dilakukan karena tidak seluruh masyarakat menjadi sasaran produk. Jadi, sales person akan mendatangi calon konsumen yang sudah ditarget menjadi prospek yang dapat menghasilkan penjualan bagi perusahaan.
5.      Partisipan (People)
Partisipan artinya seluruh orang yang terlibat dan berpartisipasi dalam proses pelayanan dan mempengaruhi persepsi pembeli yang ada dalam lingkungan tersebut. Pada intinya konsumen dilayani oleh tenaga pelayan maka tenaga yang bertugas tersebut perlu diseleksi, diberikan pelatihan dan dimotivasi sehingga memberikan pelayanan prima bagi konsumen. Dampaknya jika tenaga pelayan mampu memberikan layanan terbaik maka konsumen akan puas dan cenderung melakukan pembelian lagi pada periode berikutnya.
Jadi sebagai pemasar perlu berorientasi kepada konsumen karena merekalah yang memberi perusahaan uang agar dapat survive. Jika sales representatif kita tidak melakukan pelayanan terbaik maka citra buruk akan menghampiri dan perusahaan akan bangkrut.
6.      Proses (Process)
Proses merupakan keterlibatan calon konsumen ataupun pelanggan dengan seluruh rangkaian program atau penyajian produk kita. Pada dasarnya konsumen tidak ingin tahu terkait proses produksi namun produk yang diterimanya haruslah terbaik. Proses yang dimaksud antara lain pelayanan yang baik ketika memperoleh produk, proses aktivitas, standar pelayanan atau prosedur yang ditetapkan dalam lingkungan pekerjaan tersebut.
Hakekatnya unsur proses dengan unsur partisipan memiliki korelasi karena memiliki tujuan terhadap kepuasan pelayanan pelanggan berdasarkan sumber daya manusia yang dimiliki. Jika kita dapat menyatukan kedua unsur tersebut dengan harmonis maka calon konsumen dan profit akan senantiasa menghampiri perusahaan.
7.      Bukti Fisik (Physical Evidence)
Bukti fisik diartikan sebagai keberadaan nyata produk yang ditawarkan produsen kepada konsumen. Keberadaan bukti fisik tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penjualan produk. Jika kita dapat menghadirkannya maka konsumen dapat mencoba secara langsung merasakan manfaatnya. Maka mereka akan segera memutuskan untuk memiliki produk yang telah ditawarkan dan dicobanya tersebut.
Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak calon konsumen lain karena kita memiliki bukti yang kuat terhadap produk. Disamping itu, mereka yang telah mencoba dan menikmati manfaatnya akan mempromosikan kepada khalayak tanpa kita minta. Hal ini cukup membantu menghemat pengeluaran promosi jika berhasil memaksimalkannya. Contoh : testimonial dan free trial produk.
Orientasi Pasar
Orientasi pasar merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan global dan perusahaan dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya . Orientasi pasar merupakan budaya bsinis dimana perusahaan mempunyai komitmen untuk terus berkreasi dalam menciptakan nilai unggul bagi pelanggan
Contoh :
Starbuck Coffe
Starbuck di dalam memasarkan produknya selalu menggembor-gemborkan kulaitas dari kopi buatanya yang dibuat dari kopi berkualitas dan kualitasnya di setiap tempat selalu sama.  Artinya, dimanapun anda membeli starbuck rasanya akan selalu sama karena quality control yang sangat bagus.

Apple Inc
Apple menjual produknya dengan mengutamakan kualitas dari produknya, yaitu keunikan dari sistem operasi produk-produkya, seperti sistem operasi Mac OS yang hanya bisa diperoleh dengan membeli produk Apple.  Kebanyakan orang membeli produk Apple untuk mendapatkan kualitas produk apple tersebut walaupun harganya cukup mahal.

Jadi menurut saya perusahaan yang lebih berhasil adalah perusahaan yang melakukan orientasi pasar karena mempromosikan barangnya secara langsung dengan demikian kita dapat tau langsung apa kelebihan dan kekurangan dari produk perusahan tersebut sehingga kita dapat mempertimbangkan apakah kita akan membeli barang tersebut atau tidak . Maka disinilah salah satu letak kelebihan dari perusahaan yang melakukan orientasi pasar
Pengaruh Harga Bagi Konsumen
Harga merupakan suatu nilai yang dibuat untuk menjadi patokan nilai suatu barang. Harga cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap permintaan barang, bagaimana yang telah dijelaskan dalam hukum permintaan “ Jika harga semakin murah maka barang yang diminta akan semakin banyak dan sebaliknya jika harga semakin mahal maka barang yang diminta semakin sedikitHarga suatu
produk juga dipertimbangkan dalam pembelian, oleh karena itu penetapan harga harus tepat. Kesan terlalu mahal atau terlalu murah akan menghambat pembelian. Dari sudut pandang konsumen, harga sering kali digunakan sebagai indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa.
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat. Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya yang ditukarkan agar memperolah hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa




SUMBER :
mutiaralumpur.blogspot.co.id/2010/02/orientasi-pasar-market-orientation.html?m=1
http://www.pekerjadata.com/2014/01/SKRIPSI-PENGARUH-HARGA-DAN-KUALITAS-PRODUK-TERHADAP-KEPUTUSAN-PEMBELIAN-PRODUK-KOSMETIK-MEREK-PONDS-DI-RATU-SWALAYAN-MALANG.html




Senin, 28 November 2016

RUANG LINGKUP PERUSAHAAN


Pengertian Bonus
Bonus adalah kompensasi tambahan yang diberikan kepada seorang karyawan yang nilainya di atas gaji normalnya. Bonus bisa digunakan sebagai penghargaan terhadap pencapaian tujuan-tujuan spesifik yang ditetapkan oleh perusahaan, atau untuk dedikasinya kepada perusahaan.
Pengertian Gaji
Gaji adalah merupakan balas jasa yang dibayarkan kepada pemimpin, pengawas, pegawai tata usaha, pegawai kantor serta para manajer lainnya. Proses pembayaran gaji biasanya diberikan dalam setiap bulannya. Gaji biasanya tingkatannya lebih tinggi dari pada pembayaran-pembayaran kepada pekerja-pekerja upahan
Pengertian Upah
Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada penerima kerja termasuk tunjangan baik untuk pekerja sendiri maupun keluarganya. Upah Biasanya diberikan kepada pekerja yang melakukan pekerjaan kasar dan lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik. Jumlah pembayaran upah biasanya diberikan secara harian atau berdasarkan unit pekerjaan yang diselesaikan.

Pengertian Kompensasi
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Malayu S.P. Hasibuan, 2002:54). Kompensasi berbentuk uang, artinya gaji dibayar dengan sejumlah uang kartal kepada karyawan yang bersangkutan. Kompensasi berbentuk barang, artinya gaji dibayar dengan barang. 
Jenis-jenis kompensasi
  1. Kompensasi finansial secara langsung berupa; bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (program tabungan dan anuitas pembelian saham)
  2. Kompensasi finansial tidak langsung berupa; program-program proteksi (asuransi  kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran diluar jam kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang kantor dan tempat parkir.
  3. Kompensasi non financial, berupa pekerjaan (tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan  rasa pencapaian). Lingkungan kerja (kebijakan-kebijakan yang sehat, supervise yang kompoten, kerabat yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).

Teori Upah
a.     Teori tawar manawar
Menyatakan bahwa tingkat upah ditentukan oleh tawar menawar di pasaran tenaga kerja. Pembeli ialah pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja dan penjualnya ialah calon karyawan, mungkin juga melalui organisasi tenaga kerja sebagai perwakilan mereka. Jika titik keseimbangan yang dicapai itulah yang menetapkan besarnya upah.
b.       Teori standar hidup.
Didasarkan atas keyakinan bahwa buruh harus dibayar secara layak agar dapat memenuhi kebutuhan standar hidupnya. Standar hidup ini diartiakn cukup untuk membiayai keperluan hidup seperti makanan, pakaian, perumahan, rekreasi, pendidikan dan perlindungan asuransi. Tidak ada suatu cara yang dapat dipakai untuk menetapkan upah ini, dan pada umumnya penetapan upah merupakan kombinasi dari berbagai pertimbangan.

Pengertian OUTSOURCING
OUTSOURCING adalah penggunaan tenaga kerja dari luar perusahaan sendiri untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu yang spesifik. Dari pengertian tersebut, kita mendapatkan minimal dua hal yang musti dijelaskan, yaitu perusahaan outsourcing dan jenis pekerjaan yang umum di serahkan kepada tenaga dari luar tersebut.
Pengertian MOTIVASI
MOTIVASI adalah sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong, mengaktifkan, menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat, harapan, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya
Pengertian JOB DESCRIPTION
Job description merupakan panduan dari perusahaan kepada karyawannya dalam menjalankan tugas. Semakin jelas job description yang diberikan, maka semakin mudah bagi karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan perusahaan.
Bagian-bagian dari job description:
·         job identification,
·         job summary,
·         job duties
·         job duties responsibilities
·         job environment,
·         job spesifications.
·         Job description
Pengertian SEPARATION
SEPARATION atau PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dan perusahaan. apabila kita mendengar istilah PHK, yang biasa terlintas adalah pemecatan sepihak oleh pihak perusahaan karena kesalahan karyawan. Padahal, kalau kita tilik definisi di atas yang diambil dari UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, dijelaskan PHK dapat terjadi karena bermacam sebab. Intinya tidak persis sama dengan pengertian dipecat. Tergantung alasannya, PHK mungkin membutuhkan penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI) mungkin juga tidak .
Tindakan Yang Perlu di Ambil Oleh Pimpinan Perusahaan Untuk Menjaga Pesanan Dari Langganan Agar Dapat di Layani Tepat Waktu
Melaksanakan pelayanan prima berdasarkan konsep tindakan (action) terdiri dari lima hal/tindakan sebagai berikut.
a.       Mencatat pesanan pelanggan
Langkah pertama yang dilakukan oleh pelanggan dalam membeli barang/jasa adalah dengan memesannya terlebih dahulu. Adanya pesanan dari pelanggan merupakan awal terjadinya transaksi jual-beli. Setiap pesanan yang diminta pelanggan harus segera dilayani dengan cara didengarkan dan dicatat. Kemudian mengecek kembali apakah ada perubahan jenis dan jumlah pesanan atau tidak, kapan jadwal atau waktu pengiriman barang.
b.      Pencatatan kebutuhan pelanggan
Pencatatan kebutuhan pelanggan berbeda dengan pencatatan pesanan pelanggan. Pencatatan pesanan pelanggan hanya mencakup jenis, bentuk, model, jumlah dan harga barang. Sedangkan pencatatan kebutuhan pelanggan  menyangkut obyeknya, yaitu sifat dan tingkat konsumsi, kebiasaan, atau waktu kebutuhan.
c.       Penegasan kembali kebutuhan pelanggan
Setiap pesanan yang diminta atau dibutuhkan pelanggan harus diperhatikan dan dicatat. Catatan tersebut kemudian dicek dan ditegaskan kembali kepada pelanggan apakah barang-barang yang dipesan jumlah dan jenisnya tidak berubah, kapan waktu pengiriman barang akan dilakukan, dan bagaimana cara pembayarannyannya . Untuk menghindari kekeliruan pelayanan atau penjual hendaknya menegaskan kembali semua kebutuhan pelanggan dan melakukan pengecekan atas hal-hal sebagai berikut :
·         Mengecek keadaan barang
·         Cara pengiriman barang
·         Cara pembayaran
·         Alat dan tepat pembayaran
·         Ongkos angkut barang yang di pesan
·         Pembungkusan atau pengepakan barang
d.      Mewujudkan kebutuhan pelanggan
Kebutuhan pelanggan akan terwujud apabila pelayan atau penjual telah menerapkan prinsip pelayanan prima. Kepuasan pelanggan merupakan refleksi dari terpenuhinya harapan dan kebutuhannya. Oleh karena ituperusahaan bisnis atau penjual dalam mewujudkan kepuasan pelanggan perlu meningkatkan kualitas pelayanannya. 
e.       Mengucapkan terima kasih dengan harapan pelanggan kembali
Mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah membeli barang/jasa sangatlah penting agar mereka kembali berbelanja. Prinsip ini merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan prima menurut konsep tindakan. Pelayan atau penjual harus berusaha untuk selalu mengahargai pelanggan dan melayaninya sampai selesai transaksi jual-beli. Tindakan pelanggan yang profesional dalam menutup transaksi jual beli adalah dengan mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi dapat pula dengan memberikan bonus atau diskon. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan eksternal tetap biasanya diberikan setiap tahun, misalnya bingkisan lebaran atau bingkisan hari raya yang lain.




SUMBER :