Pengertian Marketing Mix
Pengertian marketing Mix Secara bahasa adalah Bauran Pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing Mix adalah strategi pemasaran yang di laksanakan secara terpadu atau strategi pemasaran yang di lakukan secara bersamaan dalam menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing Mix itu sendiri.
Unsur 7P Marketing Mix
1.
Produk (Product)
Produk merupakan segala sesuatu berwujud
(tangible) atau tidak berwujud (intangible) yang diproduksi secara massal dan
ditawarkan oleh produsen dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen yang dituju.
Produk menjadi pilar yang vital dalam marketing mix karena menentukan
positioning di pasar (konteks: kualitas produk). Jika produk yang dihasilkan
memberikan nilai tambah dan manfaat bagi konsumen maka proses pemasaran menjadi
efektif serta efisien.
Pemasar sebagai first line perusahaan,
kita dituntut untuk memahami berbagai faktor diantaranya hierarki produk
sebelum memulai memasarkannya kepada masyarakat. Menurut Kotler, produk dibagi
menjadi lima bagian yaitu,
·
Produk
Utama (Core Product)
Tingkatan produk yang paling dasar.
Konsumen membeli produk kita hakekatnya membeli sebuah nilai dan manfaat. Jika
produk yang ditawarkan tidak memenuhi kebutuhannya maka tidak akan pernah
terjadi penjualan. Maka perusahaan perlu memperhatikan faktor ini sebelum
mengembangkan aspek lain. Contoh : Pakaian memiliki fungsi dasar
melindungi tubuh dari cuaca dan hewan liat
·
Produk
Dasar / Generik (Basic Product)
Tingkatan kedua yang mewajibkan produsen
dalam mengubah kebutuhan konsumen menjadi sebuah produk. Poin kedua ini
memiliki korelasi dengan produk utama. Manfaat pokok harus direalisasikan
menjadi produk yang dapat dibeli, dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat.
Contoh : masyarakat membutuhkan website, maka perusahaan webmaster membantu
memenuhi kebutuhan konsumen dengan menyediakan jasa pembuatan website lengkap.
·
Produk
Harapan (Expected Product)
Barang atau jasa yang ditawarkan kepada
calon konsumen. Hal yang ditonjolkan umumnya berdasarkan keinginan konsumen
disamping kebutuhan pokoknya. Produk ini juga dikemas beserta kelengkapan
atribut (satu paket penawaran) dan perhatian kondisinya yang layak / normal
sehingga konsumen menjadi tertarik. Contoh : Jasa pembuatan website perlu
memenuhi harapan dengan memberi komponen yang dibutuhkan konsumen diantaranya
domain, hosting, memberi akses mudah dalam mengoperasikan website pelanggannya
dan garansi produk yang tentu memberi rasa aman kepada konsumen.
·
Produk
Pelengkap (Augmented Product)
Produk yang diharapkan memberikan manfaat
lebih dari produk utama sehingga konsumen menjadi puas karena produk melampaui
harapannya. Langkah yang dilakukan adalah memberikan penambahan fitur dan
kemudahan layanan yang melengkapi produk utama. Contoh : Smartphone sebagai
produk utama akan cenderung dilirik oleh konsumen jika dipaketkan dengan micro
sd dan powerbank yang sifatnya melengkapi kebutuhan pengguna tersebut.
·
Produk
Potensial (Potential Product)
Tingkatan tertinggi dalam hierarki produk.
Poin ini memiliki keterkaitan dengan produk pelengkap dimana produsen memenuhi
seluruh kebutuhan dan keinginan konsumen dengan penawaran yang menarik. Jika
produsen dapat memenuhinya maka produk yang ditawarkan akan dicari oleh
konsumen. Contoh : Sebuah kafe menyediakan kopi yang berkualitas tinggi &
harganya kompetitif. Disamping itu, mereka menyediakan tempat luas, ber-AC.
Dilengkapi oleh colokan & WiFi diberbagai spot pengunjung.
Kita tidak hanya fokus terhadap produk
yang dihasilkan saja namun ada beberapa faktor yang menunjang produk tersebut
laku dipasaran. Desain kemasan produk juga menjadi salah satu yang
diperhitungkan konsumen sebelum memutuskan membeli, diferensiasi dengan produk
serupa dan kegunaan produk bagi pemenuhan kebutuhan konsumen.
2.
Harga (Price)
Harga merupakan sejumlah yang harus dibayarkan
oleh konsumen untuk dapat mendapatkan atau menggunakan produk yang diinginkan.
Harga yang dipatok tidak boleh sembarangan karena berdampak bagi
keberlangsungan perusahaan. Disamping itu siklus marketing mix akan
terganggu jika harga yang dipasang tidak sesuai biaya yang dikeluarkan
perusahaan. Maka dari itu, perlunya merencanakan harga produk dari awal setelah
proses produksi.
Penentuan harga sebuah produk dapat
menggunakan sampel berikut ini,
·
Harga Modal x 25% ( Profit )
Penentuan profit sesuai selera Anda.
·
Harga Modal (bahan baku) + Profit + Operasional
Operasional meliputi tempat, PLN, PDAM,
jaringan, tenaga, biaya tidak terduga dan pajak.
Faktor lain yang dijadikan pertimbangan
dalam menentukan harga yaitu daya beli masyarakat, harga pokok produk, kualitas
barang, pembayaran, pemberian diskon, perbedaan harga dengan kompetitor dan
sebagainya.
Perusahaan juga dapat menggunakan metode
skimming price dan penetration price,
Ø
Harga Tinggi (Skimming Price)
Penentuan harga yang tinggi ini dapat dilakukan
ketika sebuah perusahaan meluncurkan produk terbaik dan terbaru di pasaran.
Penggunaan skimming price ini bersifat temporer / sementara dan digunakan untuk
mencari keuntungan di awal periode penjualan. Jika persaingan pasar sudah
ketat, maka harga produk yang sebelumnya fantastis tersebut akan menyusut
sesuai keadaan pasar. Contoh : Smartphone flagship dari brand ternama dunia
yang pada awalnya dibandrol puluhan juta seiring menyusut harganya karena sudah
tidak lagi eksklusif dan menyesuaikan daya beli masyarakat.
Ø
. Harga Rendah (Penetration Price)
Penentuan harga yang rendah bertujuan
mendapatkan penetrasi pasar yang luas dan mendapatkan loyalitas masyarakat
terhadap produk. Diharapkan dengan ditentukannya harga yang miring tersebut,
masyarakat dapat membeli produk dengan skala besar dengan waktu singkat. Contoh
: Perusahaan sepeda motor melakukan segmentasi harga bagi sejumlah varian
produknya sehingga masyarakat dapat membeli sepeda motor mulai dari harga murah
sampai mahal. Hal ini cukup efektif dalam mendapatkan penetrasi pasar di setiap
segmen sesuai daya beli masyarakat.
Hendaknya dalam penentuan harga kita perlu
realistis, penuh perencanaan dan tidak hanya berorientasi pada profit. Jika
seluruh komponen dikolaborasikan sehingga menciptakan harga yang tepat maka
produk yang ditawarkan akan dapat diterima masyarakat.
3.
Saluran Distribusi (Place)
Saluran distribusi merupakan saluran yang
digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen kepada konsumen. Jika
saluran distribusi semakin banyak, berada di tempat strategis dan mudah diakses
oleh konsumen maka profit yang dihasilkan akan meningkat. Saluran distribusi
dalam marketing mix tidak hanya bersifat offline atau retail namun juga
meliputi berbagai media.
Perkembangan teknologi informasi sangat
membantu dikarenakan saluran distribusi yang semula tradisional bermigrasi ke
internet. Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia juga patut diapresiasi. Mereka
menyediakan market place baru yang mudah digunakan dan gratis bagi siapapun.
Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan sales produk.
Perlu diperhatikan bahwa produk dengan
saluran distribusi harus terintegrasi dengan baik. Hal ini berarti kita tidak
boleh hanya mengandalkan internet saja, namun juga harus menyediakan di retail
/ outlet yang dekat dengan calon konsumen. Jadi, retail harus tetap ada dan
internet mampu menyokong retail sehingga masyarakat semakin mudah mengakses dan
membeli produk kita.
Terdapat empat pertimbangan sebelum
memutuskan memilih saluran distribusi dalam marketing mix,
·
Pertimbangan Pasar meliputi jenis pasar yang dituju, jumlah pelanggan,
geografis pasar dan jumlah serta ukuran pesanan produk.
·
Pertimbangan Produk meliputi nilai produk yang ditawarkan, daya tahan
produk terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi dan teknis pendistribusian
produk.
·
Pertimbangan Distributor meliputi jasa yang dapat diberikan oleh
distributor, keberadaan distributor yang merata diberbagai wilayah dan ketaatan
distributor terhadap kebijakan yang telah ditentukan perusahaan.
·
Pertimbangan Perusahaan meliputi sumber daya yang dimiliki perusahaan,
kemampuan manajemen, pengendalian distributor, jasa yang diberikan dan
lingkungan.
4.
Promosi (Promotion)
Promosi merupakan kegiatan yang bertujuan
menginformasikan dan mempromosikan produk atau jasa kepada calon konsumen.
Diharapkan dengan promosi tersebut mengenal dan tertarik untuk melakukan
pembelian produk yang ditawarkan perusahaan. Langkah promosi yang dilakukan
haruslah sistematis dan perlu repetisi. Hal ini bertujuan agar calon konsumen
teringat dengan produk ataupun merk yang diinformasikan.
Komponen promosi dalam marketing mix
memiliki sub-struktur yang dikenal sebagai promotion mix. Promotion mix terdiri
atas beberapa unsur yang seringkali digunakan pemasar dalam mempromosikan
barang. Berikut ini penjelasan selengkapnya,
·
Periklanan (Advertising)
Periklanan merupakan segala jenis bentuk
kegiatan mempromosikan produk atau jasa kepada calon konsumen dengan cara
mempresentasikannya kedalam bentuk visual, audiovisual dan teks persuasif.
Contoh : Perusahaan air minum kemasan melakukan promosi disejumlah media
seperti cetak, elektronik dan online untuk menjangkau pasar yang luas. Namun
perlu diperhatikan sebelum melakukan campaign, kita harus melakukan perencanaan
sehingga dana yang dialokasikan untuk beriklan efektif dan efisien. Kita dapat
menggunakan media sosial untuk membangun interaksi dengan konsumen dan
meningkatkan profit alternatif selain media konvensional.
·
Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan merupakan dorongan dan
upaya produsen untuk mendapatkan penjualan secara singkat dan dengan nilai yang
besar. Tujuan utama diadakan promosi penjualan antara lain, menarik calon
konsumen baru, memberi penghargaan kepada pelanggan lama, meningkatkan daya
beli masyarakat terhadap produk, meningkatkan loyalitas pelanggan dan
meningkatkan pendapatan perusahaan jangka pendek.
Langkah yang sering digunakan meliputi
diskon produk tertentu, memberikan penawaran beli dua gratis satu, penawaran
produk dalam bentuk paket hemat, memberi merchendise dan sebagainya. Langkah
ini lebih baik dilakukan ketika masyarakat sudah mengetahui produk kita melalui
media periklanan sehingga efektif dan menghasilkan profit yang besar.
·
Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Prinsip hubungan masyarakat dalam
marketing mix dan promotion mix memberi dampak jangka panjang. Public relation
sendiri dikenal sebagai pihak yang bertugas untuk menjaga hubungan antara
perusahaan dengan pihak regulator, media dan masyarakat tetap harmonis.
Disamping itu, citra positif perusahaan perlu dijaga untuk menghindari
prasangka buruk dari faktor eksternal.
Melihat kegiatan public relation, ada
beberapa yang dapat dilakukan seperti, tanggung jawab sosial (CSR) dan
mengadakan event tertentu yang melibatkan pihak disekitar lingkungan
perusahaan. Jika hubungan dengan pihak luar baik dan disokong oleh kegiatan
yang memberi dampak sosial maka kepercayaan masyarakat terhadap merk dan produk
meningkat. Dampaknya produk akan direkomendasikan oleh masyarakat yang loyal
tersebut kepada sanak saudara ataupun khalayak.
·
Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Pemasaran langsung sering dipakai oleh
pihak perusahaan untuk menawarkan produknya kepada calon konsumen. Namun cara
ini cukup sering dikecam oleh sebagian masyarakat karena meresahkan. It’s True!
Jadi, bagaimana langkah yang benar menggunakan langkah pemasaran langsung ini ?
Pertama, pastikan sebelumnya calon konsumen pernah mendaftar atau berkunjung
langsung ke kantor pemasaran untuk bertanya seputar produk. Kedua, dia
mengizinkan untuk diminta nomor telepon dan dihubungi diwaktu tertentu dan ketiga,
dia antusiasme terhadap produk yang ditawarkan.
Jika calon konsumen sudah melalui tahap
tersebut maka usaha kita dalam menggunakan pemasaran langsung dapat efisien dan
menghasilkan penjualan. Jangan sekali – kali menelpon ke calon konsumen sebelum
mereka mengenal perusahaan ataupun produk kita. Hal itu sama dengan menjatuhkan
nama baik perusahaan. Maka, selayaknya etika dalam pemasaran dan penjualan
perlu diperhatikan secara seksama.
·
Penjualan Mandiri (Personal Selling)
Kegiatan penjualan mandiri seperti
presentasi didepan umum, tanya jawab dengan satu atau lebih terkait produk dan
melayani penjualan secara real time dengan calon konsumen. Penjualan mandiri
dilakukan oleh sales person yang sudah diberi instruksi oleh departmen
marketing untuk menarget konsumen tertentu. Hal ini dilakukan karena tidak
seluruh masyarakat menjadi sasaran produk. Jadi, sales person akan mendatangi
calon konsumen yang sudah ditarget menjadi prospek yang dapat menghasilkan
penjualan bagi perusahaan.
5.
Partisipan (People)
Partisipan artinya seluruh orang yang
terlibat dan berpartisipasi dalam proses pelayanan dan mempengaruhi persepsi
pembeli yang ada dalam lingkungan tersebut. Pada intinya konsumen dilayani oleh
tenaga pelayan maka tenaga yang bertugas tersebut perlu diseleksi, diberikan
pelatihan dan dimotivasi sehingga memberikan pelayanan prima bagi konsumen.
Dampaknya jika tenaga pelayan mampu memberikan layanan terbaik maka konsumen
akan puas dan cenderung melakukan pembelian lagi pada periode berikutnya.
Jadi sebagai pemasar perlu berorientasi
kepada konsumen karena merekalah yang memberi perusahaan uang agar dapat
survive. Jika sales representatif kita tidak melakukan pelayanan terbaik maka
citra buruk akan menghampiri dan perusahaan akan bangkrut.
6.
Proses (Process)
Proses merupakan keterlibatan calon
konsumen ataupun pelanggan dengan seluruh rangkaian program atau penyajian
produk kita. Pada dasarnya konsumen tidak ingin tahu terkait proses produksi
namun produk yang diterimanya haruslah terbaik. Proses yang dimaksud antara
lain pelayanan yang baik ketika memperoleh produk, proses aktivitas, standar
pelayanan atau prosedur yang ditetapkan dalam lingkungan pekerjaan tersebut.
Hakekatnya unsur proses dengan unsur
partisipan memiliki korelasi karena memiliki tujuan terhadap kepuasan pelayanan
pelanggan berdasarkan sumber daya manusia yang dimiliki. Jika kita dapat
menyatukan kedua unsur tersebut dengan harmonis maka calon konsumen dan profit
akan senantiasa menghampiri perusahaan.
7.
Bukti Fisik (Physical Evidence)
Bukti fisik diartikan sebagai keberadaan
nyata produk yang ditawarkan produsen kepada konsumen. Keberadaan bukti fisik
tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penjualan produk.
Jika kita dapat menghadirkannya maka konsumen dapat mencoba secara langsung
merasakan manfaatnya. Maka mereka akan segera memutuskan untuk memiliki produk
yang telah ditawarkan dan dicobanya tersebut.
Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk
menarik lebih banyak calon konsumen lain karena kita memiliki bukti yang kuat
terhadap produk. Disamping itu, mereka yang telah mencoba dan menikmati
manfaatnya akan mempromosikan kepada khalayak tanpa kita minta. Hal ini cukup
membantu menghemat pengeluaran promosi jika berhasil memaksimalkannya. Contoh :
testimonial dan free trial produk.
Orientasi Pasar
Orientasi pasar merupakan sesuatu yang penting
bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan global dan perusahaan
dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu
dekat dengan pasarnya . Orientasi pasar merupakan budaya bsinis dimana
perusahaan mempunyai komitmen untuk terus berkreasi dalam menciptakan nilai
unggul bagi pelanggan
Contoh :
Starbuck
Coffe
Starbuck di
dalam memasarkan produknya selalu menggembor-gemborkan kulaitas dari kopi
buatanya yang dibuat dari kopi berkualitas dan kualitasnya di setiap tempat
selalu sama. Artinya, dimanapun anda membeli starbuck rasanya akan
selalu sama karena quality control yang sangat bagus.
Apple Inc
Apple
menjual produknya dengan mengutamakan kualitas dari produknya, yaitu keunikan
dari sistem operasi produk-produkya, seperti sistem operasi Mac OS yang hanya
bisa diperoleh dengan membeli produk Apple. Kebanyakan orang membeli
produk Apple untuk mendapatkan kualitas produk apple tersebut walaupun harganya
cukup mahal.
Jadi menurut
saya perusahaan yang lebih berhasil adalah perusahaan yang melakukan orientasi
pasar karena mempromosikan barangnya secara langsung dengan demikian kita dapat
tau langsung apa kelebihan dan kekurangan dari produk perusahan tersebut
sehingga kita dapat mempertimbangkan apakah kita akan membeli barang tersebut
atau tidak . Maka disinilah salah satu letak kelebihan dari perusahaan yang
melakukan orientasi pasar
Pengaruh Harga Bagi Konsumen
Harga merupakan suatu nilai yang dibuat untuk menjadi patokan
nilai suatu barang. Harga cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap permintaan
barang, bagaimana yang telah dijelaskan dalam hukum permintaan “ Jika harga
semakin murah maka barang yang diminta akan semakin banyak dan sebaliknya jika
harga semakin mahal maka barang yang diminta semakin sedikitHarga
suatu
produk juga dipertimbangkan dalam pembelian, oleh karena itu penetapan
harga harus tepat. Kesan terlalu mahal atau terlalu murah akan menghambat
pembelian. Dari sudut pandang konsumen, harga sering kali digunakan sebagai
indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang
dirasakan atas suatu barang atau jasa.
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap
perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat. Dari sudut pandang
pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya yang ditukarkan
agar memperolah hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa
SUMBER :
mutiaralumpur.blogspot.co.id/2010/02/orientasi-pasar-market-orientation.html?m=1
http://www.pekerjadata.com/2014/01/SKRIPSI-PENGARUH-HARGA-DAN-KUALITAS-PRODUK-TERHADAP-KEPUTUSAN-PEMBELIAN-PRODUK-KOSMETIK-MEREK-PONDS-DI-RATU-SWALAYAN-MALANG.html