Letak Seorang Akuntan Dalam Fungsi Manajemen
Di Sebuah Perusahaan
Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan selalu menghadapi
berbagai masalah. Diantaranya adalah bagairnana agar perusahaan dapat
beroperasi seefisien mungkin, sehingga dapat tercaya keuntungan yang maksimal.
Untuk menghadapi masalah tersebut, diperlukan suatu sistem pelaporan intern
yang memadai, sehingga kalau terjadi penyelewengan ataupun pemborosan dalam
proses produksi dapat segera diatasi. Dalam sistem pelaporan intern ini diperlukan
akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen merupakan jaringan penghubung yang
sistematis dalam penyajian informasi yang berguna dan dapat daya untuk membantu
pimpinan perusahaan dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Informasi akuntansi manajemen ini terdiri dari informasi akuntansi biaya penuh (full cost accounting), informasi akuntansi deferensial (differential accounting), dan akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting). Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dalgan objek informasi seperti produk departemen dan aktivitas perusahaan maka akan dihasilkan informasi akuntansi penuh. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan alternatif yang akan dipilih, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi diferensial, yang sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk tujuan pengambilan keputusan pemilihan beberapa alternatif. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungakan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi pertanggungjawaban yang terutama bermanfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi.
Informasi akuntansi manajemen ini terdiri dari informasi akuntansi biaya penuh (full cost accounting), informasi akuntansi deferensial (differential accounting), dan akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting). Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dalgan objek informasi seperti produk departemen dan aktivitas perusahaan maka akan dihasilkan informasi akuntansi penuh. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan alternatif yang akan dipilih, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi diferensial, yang sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk tujuan pengambilan keputusan pemilihan beberapa alternatif. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungakan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi pertanggungjawaban yang terutama bermanfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi.
Makna Persamaan
Akuntansi
Persamaan akuntansi adalah
persamaan untuk menggambarkan hubungan antara elemen-elemen dalam laporan
keuangan. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama ada 5, yaitu aset,
kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Ketiga elemen laporan keuangan yang
pertama (aset, kewajiban ekuitas) berada di laporan laporan posisi keuangan
(dulu dikenal dengan nama “neraca”). Kedua elemen berikutnya (pendapatan dan
beban) berada di laporan laba rugi (dulu dikenal dengan nama “laporan rugi
laba”). Pengakuan transaksi lebih mudah dilakukan apabila pengguna memahami
persamaan akuntansi.Persamaan akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu persamaan
akuntansi dasar dan persamaan akuntansi ekstensi. Persamaan akuntansi dasar
sangat sederhana, yaitu
“Aset = Liabilitas + Ekuitas”.
Sementara itu, persamaan akuntansi ekstensi ada 2, yaitu
persamaan akuntansi perspektif sejarah dan perspektif IFRS. Persamaan akuntansi
ekstensi perspektif sejarah adalah
“Aset + Beban =
Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan”.
Persamaan akuntansi ekstensi perspektif IFRS adalah “Aset =
Liabilitas + Ekuitas + (Penghasilan – Beban)”.
Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang dimiliki
oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada masa yang akan
datang. Ekuitas atauequity merupakan
hak pemilik yang merupakan sumber investasi. Hubungan antara aktiva dan ekuitas
dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.
Aktiva = Ekuitas
Ekuitas terdiri atas dua komponen utama, yaitu
kewajiban atau liabilities dan modal atau capital/owner’s equity.
Kewajiban merupakan keharusan suatu perusahaan untuk melunasi jumlah tertentu
atau melaksanakan suatu jasa kepada pihak lain pada saat jatuh tempo.Adapun
modal merupakan hak pemilik dalam suatu perusahaan sebagai akibat adanya modal
pokok yang diserahkan untuk memulai usaha. Kedua komponen ekuitas ini dapat
dinyatakan sebagai berikut.
Ekuitas = Kewajiban + Modal
Dengan demikian, persamaan akuntansi tersebut
dapat ditulis ulang menjadi seperti berikut.
Aktiva = Kewajiban + Modal
Dari persamaan ini menunjukkan hubungan antara
aktiva, kewajiban, dan modal yang kemudian disebut sebagai persamaan akuntansi
atau accounting equation.
Persamaan akuntansi merupakan perangkat dasar dalam bidang akuntansi. Persamaan
akuntansi menjelaskan bahwa nilai aktiva selalu sama dengan penjumlahan nilai
kewajiban dan modal. Artinya, aktiva dipengeruhi oleh dua variabel, yaitu
kewajiban dan modal. Ada beberapa hal yang memengaruhi modal, yaitu sebagai
berikut.
1. Faktor-foktor yang meningkatkan nilai modal,
adalah:
·
investasi
pemilik (investment), dan
·
pendapatan
(income).
2. Faktor-Faktor yang mengurangi nilai modal,
yaitu:
· penarikan atau pengambilan dana oleh pemilik/prive (owner’s
withdrawals/drawing), dan
· biaya/beban yang dikeluarkan perusahaan (expenses).
Ketika
nilai kewajiban dalam suatu periode konstan, sedangkan modal berubah menjadi
lebih tinggi, maka nilai aktiva akan naik. Artinya aset perusahaan bertambah
pada periode tersebut. Ketika nilai modal tetap dalam satu periode tertentu,
dan nilai kewajiban yang harus diselesaikan oleh perusahaan naik, maka nilai
aktiva turun. Artinya aset perusahaan berkurang pada periode tersebut
Unsur-Unsur
Kontinuitas Perusahaan
Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan, maka pimpinan harus menjaga
unsur-unsur berikut
1. Likuiditas, yaitu
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.
Likuiditas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
·
Likuiditas extern, dimana perusahaan mempunyai kemampuan untuk memenuhi
kewajibannya dengan pihak luar.
·
Likuiditas intern, dimana perusahaan mempunyai kemampuan untuk menjamin
proses produksinya.
Untuk melihat suatu
badan usaha likuid atau tidak, disusun suatu neraca likuiditas atau daftar
likuiditas. Kemudian dihitung rasio likuiditasnya, yaitu suatu perbandingan
antara jumlah aktiva lancar dengan jumlah utang jangka pendek yang dinyatakan
dengan rumus :
Ratio Likuiditas =
jumlah aktiva lancar / jumlah utang jangka pendek x 100%
Suatu perusahaan dapat
dikatakan likuid (mampu membayar utangnya) jika ratio likuiditasnya minimal
200%.
2. Solvabilitas, ialah
kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya apabila perusahaan
dilikuidasi. Kewajiban tersebut baik berupa hutang jangka panjang maupun hutang
jangka pendek. Ratio solvabilitas dihitung dengan rumus :
Ratio Solvabilitas = nilai jual aktiva / jumlah seluruh
utang x 100%
Jika rationya lebih besar dari 100% maka perusahaan dianggap solvabel,
artinya dapat membayar semua utangnya jika pada saat itu perusahaan
dilikuidasi.
3.
Rentabilitas, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau
profit dengan sejumlah modal yang ada di dalam perusahaan. Rentabilitas dapat
diklasifikasikan menjadi :
·
Rentabilitas ekonomis, kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari
keseluruhan modal yang digunakan. Rentabilitas ekonomis dihitung dengan rumus :
Rentabilitas Ekonomis = laba bersih
sebelum pajak / jumlah modal perusahaan x 100%
·
Rentabilitas modal sendiri, adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan.
Rentabilitas modal sendiri dihitung dengan
rumus :
Rentabilitas Modal Sendiri = laba
bersih setelah pajak / jumlah modal sendiri x 100%
Ruang
Lingkup Manajemen Keuangan Dari Suatu bisnis
pada dasarnya ruang lingkup dari manajemen
keuangan dalam perusahaan berkutat pada tiga hal. Yang pertama adalah bagaimana
cara memperoleh dana. Yang terkait pada aktifitas yang dilakukan untuk
mendapatkan sumber dana atau investor. Baik itu berasal dari dalam perusahaan
ataupun dari pihak luar perusahaan.
Selanjutnya adalah bagaimana penggunaan dana,
yakni sebuah aktivitas yang dilakukan untuk menggunakan sumber dana yang telah
diperoleh dalam bentuk investasi di berbagai bentuk aset atau aktiva terkait
alokasi kas, aktiva tetap dan untuk aktiva lainnya yang disesuaikan dengan
jumlah aktiva yang dimiliki.
Dan ruang lingkup manajemen keuangan yang
terakhir adalah bagaimana mengelola aset yang dimiliki. Yang merupakan sebuah
kegiatan untuk mengelola sumber dana yang telah diinvestasikan dan dialokasikan
dalam berbagai bentuk aset atau aktiva secara efektif dan efisien, untuk
mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan pengeluaran beban yang
serendah-rendahnya.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar