PT
Freeport Indonesia adalah
sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan
Copper & Gold Inc.. PT Freeport
Indonesia menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang
mengandung tembaga, emas, dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di kabupaten Mimika, provinsi Papua,
Indonesia. Freeport Indonesia memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga,
emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.
Merupakan
perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan. PTFI menambang, memproses dan
melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak.
Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua,
Indonesia. Kami memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak
ke seluruh penjuru dunia.
Kompleks
tambang milik kami di Grasberg merupakan salah satu penghasil tunggal tembaga
dan emas terbesar di dunia, dan mengandung cadangan tembaga yang dapat diambil
yang terbesar di dunia, selain cadangan tunggal emas terbesar di dunia.
Grasberg berada di jantung suatu wilayah mineral yang sangat melimpah, di mana
kegiatan eksplorasi yang berlanjut membuka peluang untuk terus menambah
cadangan kami yang berusia panjang.
Kontribusi Freeport Indonesia
Sebagai mitra jangka panjang Indonesia yang
memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan komunitas
lokal, Freeport Indonesia telah berinvestasi sebesar US$7,7 miliar dalam
infrastruktur selama 45 tahun di Indonesia.
Berdasarkan riset yang diadakan oleh Universitas
Indonesia, sampai saat ini usaha PTFI mewakilkan 1,59% dari semua kegiatan
ekonomi di Indonesia dengan 300.000 karyawan Indonesia dan keluarganya
bergantung pada PTFI untuk kelangsungan hidup mereka. PTFI juga berkeinginan
untuk terus berinvestasi dan menjadi bagian dari Indonesia untuk jangka waktu
yang lama.
Kontribusi dan peranan PT Freeport Indonesia
bagi negara :
·
Menyediakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 24.000 orang di
Indonesia (karyawan PTFI terdiri dari 69,75% karyawan nasional; 28,05% karyawan
Papua, serta 2,2% karyawan Asing).
·
Menanam Investasi > USD 8,5 Miliar untuk membangun
infrastruktur perusahaan dan sosial di Papua, dengan rencana
investasi-investasi yang signifikan pada masa datang.
·
PTFI telah membeli > USD 11,26 Miliar barang dan jasa
domestik sejak 1992.
·
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, PTFI telah memberikan
kontribusi lebih dari USD 37,46 Miliar dan dijadwalkan untuk berkontribusi
lebih banyak lagi terhadap pemerintah Indonesia hingga lebih dari USD 6,5
Miliar dalam waktu empat tahun mendatang dalam bentuk pajak, dividen, dan
pembayaran royalti.
·
Keuntungan finansial langsung ke pemerintah Indonesia dalam
kurun waktu empat tahun terakhir adalah 59%, sisanya ke perusahaan induk (FCX)
41%. Hal ini melebihi jumlah yang dibayarkan PTFI apabila beroperasi di
negara-negara lain.
·
Kajian LPEM-UI pada dampak multiplier effect dari operasi PTFI
di Papua dan Indonesia di 2011: 0,8% untuk PDB Indonesia, 45% untuk PDRB
Provinsi Papua, dan 95% untuk PDRB Mimika.
·
Membayar Pajak 1,7% dari anggaran nasional Indonesia.
·
Membiayai >50% dari semua kontribusi program pengembangan
masyarakat melalui sektor tambang di Indonesia.
·
Membentuk 0,8% dari semua pendapatan rumah tangga di Indonesia.
·
Membentuk 44% dari pemasukan rumah tangga di provinsi Papua.
Tentang Freeport-McMoRan
Freeport-McMoRan (FCX) merupakan perusahaan tambang internasional utama dengan kantor pusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. FCX mengelola beragam aset besar berusia panjang yang tersebar secara geografis di atas empat benua, dengan cadangan signifikan terbukti dan terkira dari tembaga, emas dan molybdenum. Mulai dari pegunungan khatulistiwa di Papua, Indonesia, hingga gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat, gunung api megah di Peru, daerah tradisional penghasil tembaga di Chile dan peluang baru menggairahkan di Republik Demokrasi Kongo, kami berada di garis depan pemasokan logam yang sangat dibutuhkan di dunia.
Freeport-McMoRan (FCX) merupakan perusahaan tambang internasional utama dengan kantor pusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. FCX mengelola beragam aset besar berusia panjang yang tersebar secara geografis di atas empat benua, dengan cadangan signifikan terbukti dan terkira dari tembaga, emas dan molybdenum. Mulai dari pegunungan khatulistiwa di Papua, Indonesia, hingga gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat, gunung api megah di Peru, daerah tradisional penghasil tembaga di Chile dan peluang baru menggairahkan di Republik Demokrasi Kongo, kami berada di garis depan pemasokan logam yang sangat dibutuhkan di dunia.
Freeport-McMoRan
merupakan perusahaan publik di bidang tembaga yang terbesar di dunia, penghasil
utama di dunia dari molybdenum – logam yang digunakan pada campuran logam baja
berkekuatan tinggi, produk kimia, dan produksi pelumas – serta produsen besar
emas. Selaku pemimpin industri, FCX telah menunjukkan keahlian terbukti untuk
teknologi maupun metode produksi menghasilkan tembaga, emas dan molybdenum. FCX
menyelenggarakan kegiatan melalui beberapa anak perusahaan utama; PTFI,
Freeport-McMoRan Corporation dan Atlantic Copper.
Cara PT Freeport Beroperasi
Saat
ini PT Freeport Indonesia (PTFI) menerapkan dua teknik penambangan, yakni
open-pit atau tambang terbuka di Grasberg dan tambang bawah tanah di Deep Ore
Zone (DOZ). Bijih hasil penambangan kemudian diangkut ke pabrik pengolahan
untuk dihancurkan menjadi pasir yang sangat halus.
Selanjutnya
diikuti dengan proses pengapungan menggunakan reagent, bahan yang berbasis
alkohol dan kapur, untuk memisahkan konsentrat yang mengandung mineral tembaga,
emas dan perak. Sisa dari pasir yang tidak memiliki nilai ekonomi (tailing)
dialirkan melalui sungai menuju daerah pengendapan di dataran rendah.
Konsentrat
dalam bentuk bubur disalurkan dari pabrik pengolahan menuju pabrik pengeringan
di pelabuhan Amamapare, melalui pipa sepanjang 110 km. Setelah dikeringkan,
konsentrat yang merupakan produk akhir PTFI ini kemudian dikirim ke
pabrik-pabrik pemurnian di dalam maupun luar negeri.
Kegiatan Penambangan
dan Pengolahan
Penambangan: meliputi kegiatan pengeboran dan peledakan,
pengisian dan pengangkutan muatan, dan penghancuran, menghasilkan Bijih
tembaga.
Pengolahan: meliputi kegiatan penggerusan, pengapungan,
dan pengeringan, menghasilkan Konsentrat tembaga, dimana pembeli
membayar atas kandungan tembaga, emas dan perak.
Konsentrat tembaga merupakan produk akhir PTFI
dengan nilai tambah mencapai 95%.
Pengelolaan Pertambangan yang Baik
Melaksanakan Praktik Pertambangan Yang Baik (Good Mining Practices) sesuai dengan komitmen kami dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui good mining practices, kami berupaya melakukan aktivitas pertambangan yang menaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konservasi bahan galian, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Melaksanakan Praktik Pertambangan Yang Baik (Good Mining Practices) sesuai dengan komitmen kami dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui good mining practices, kami berupaya melakukan aktivitas pertambangan yang menaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konservasi bahan galian, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selaku anggota pendiri dari International
Council on Mining and Metals (ICMM/Dewan Internasional tentang Pertambangan dan
Logam), Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. menganut Kerangka Kerja
Pembangunan Berkelanjutan dari ICMM, dan komitmen ini melandasi upaya kami
untuk mengenal dan mengelola berbagai tantangan dan peluang di seluruh operasi
kami. Kerangka kerja tersebut terdiri dari tiga unsur yang wajib dipenuhi oleh
anggota korporasi:
- Melaksanakan 10 Asas
Pembangunan Berkelanjutan ICMM di seluruh kegiatan usaha,
- Membuat laporan sesuai Global
Reporting Initiative (GRI / Prakarsa Pelaporan Global), pedoman G3 serta
Mining and Metals Sector Supplement, dan
- Memberi jaminan secara
independen bahwa komitmen kami dipenuhi.
Insfrastruktur Pendukung
Daya Listrik
Untuk memenuhi kebutuhan operasional terbangunkapasitas pembangkitan sekitar 445MW listrik (250MW kapasitas tetap) terdiri dari PLTU berbahan bakar batubara berkapasitas 195MW di Portsite dan pembangkit diesel (terutama di pabrik pengolahan). Jaringan distribusi memasok listrik dari PLTU menuju Pabrik Pengolahan. Salah satu mitra kerja menyediakan jasa pemeliharaan dan pengoperasian sarana pembangkit listrik kami.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional terbangunkapasitas pembangkitan sekitar 445MW listrik (250MW kapasitas tetap) terdiri dari PLTU berbahan bakar batubara berkapasitas 195MW di Portsite dan pembangkit diesel (terutama di pabrik pengolahan). Jaringan distribusi memasok listrik dari PLTU menuju Pabrik Pengolahan. Salah satu mitra kerja menyediakan jasa pemeliharaan dan pengoperasian sarana pembangkit listrik kami.
Perkotaan & Camp
Lokasi kota utama karyawan adalah Tembagapura (berikut daerah huniannya ("suburb") Hidden Valley) di daerah dataran tinggi, dan Kuala Kencana di daerah dataran rendah. Ada juga camp-camp di Milepost 38/39, Base Camp (dekat Bandara) dan Ridge Camp. Lokasi kota menyediakan berbagai jasa untuk memenuhi kebutuhan karyawan kami, mulai dari toko retail, restoran, sarana hunian, sekolah, sarana kesehatan, perpustakaan, bank, jasa pos, sarana pelatihan, hingga sarana rekreasi. Kedua lokasi kota tersebut dilengkapi dengan kolam renang, selain itu Kuala Kencana dilengkapi dengan lapangan golf 18-hole.
Lokasi kota utama karyawan adalah Tembagapura (berikut daerah huniannya ("suburb") Hidden Valley) di daerah dataran tinggi, dan Kuala Kencana di daerah dataran rendah. Ada juga camp-camp di Milepost 38/39, Base Camp (dekat Bandara) dan Ridge Camp. Lokasi kota menyediakan berbagai jasa untuk memenuhi kebutuhan karyawan kami, mulai dari toko retail, restoran, sarana hunian, sekolah, sarana kesehatan, perpustakaan, bank, jasa pos, sarana pelatihan, hingga sarana rekreasi. Kedua lokasi kota tersebut dilengkapi dengan kolam renang, selain itu Kuala Kencana dilengkapi dengan lapangan golf 18-hole.
Klinik Kesehatan & Rumah Sakit
Kami memiliki rumah sakit untuk karyawan berkapasitas 100 tempat tidur di Tembagapura dan banyak klinik di daerah sekitar. Selain itu, kami mendanai rumah sakit berkapasitas 74 tempat tidur di Desa Waa-Banti yang berdekatan, dan sebuah rumah sakit berkapasitas 101 tempat tidur di Timika. Infrastruktur tersebut merupakan kunci dalam penyediaan berbagai jasa bagi karyawan kami berikut keluarganya dan warga setempat, selain dalam rangka pelaksanaan program-program kesehatan masyarakat yang kami canangkan di wilayah terpencil ini.
Kami memiliki rumah sakit untuk karyawan berkapasitas 100 tempat tidur di Tembagapura dan banyak klinik di daerah sekitar. Selain itu, kami mendanai rumah sakit berkapasitas 74 tempat tidur di Desa Waa-Banti yang berdekatan, dan sebuah rumah sakit berkapasitas 101 tempat tidur di Timika. Infrastruktur tersebut merupakan kunci dalam penyediaan berbagai jasa bagi karyawan kami berikut keluarganya dan warga setempat, selain dalam rangka pelaksanaan program-program kesehatan masyarakat yang kami canangkan di wilayah terpencil ini.
Penerbangan
Bandara kami di Timika merupakan sentra bagi penerbangan ke/dari wilayah proyek kami. Melalui salah satu mitra, kami menjalankan penerbangan charter untuk mengangkut karyawan antara Papua dan kota asal mereka di bagian lain Indonesia. Bandara tersebut juga telah menarik beberapa penerbangan komersial. Mitra kami pun menyediakan pesawat helikopter dan dukungan sarana penerbangan lainnya dalam rangka upaya operasional dan eksplorasi kami.
Bandara kami di Timika merupakan sentra bagi penerbangan ke/dari wilayah proyek kami. Melalui salah satu mitra, kami menjalankan penerbangan charter untuk mengangkut karyawan antara Papua dan kota asal mereka di bagian lain Indonesia. Bandara tersebut juga telah menarik beberapa penerbangan komersial. Mitra kami pun menyediakan pesawat helikopter dan dukungan sarana penerbangan lainnya dalam rangka upaya operasional dan eksplorasi kami.
Pabrik Pengolahan Batu Gamping
Sebagai bagian dari perluasan Konsentrator #4, kami telah membangun tambang (quarry) dan pabrik pengolahan batu gamping. Pabrik tersebut menghasilkan batu gamping yang dikonsumsi di tambang maupun pabrik pengolahan.
Sebagai bagian dari perluasan Konsentrator #4, kami telah membangun tambang (quarry) dan pabrik pengolahan batu gamping. Pabrik tersebut menghasilkan batu gamping yang dikonsumsi di tambang maupun pabrik pengolahan.
Sarana Perbengkelan & Perawatan
Kami memiliki sejumlah bengkel berlokasi di wilayah proyek, mulai dari bengkel perawatan peralatan hingga bengkel fabrikasi baja di daerah dataran rendah. Beberapa mitra kami juga telah mendirikan sarana-sarana di daerah dataran rendah dalam rangka mendukung usaha mereka untuk menyediakan jasa bagi kegiatan operasional kami.
Kami memiliki sejumlah bengkel berlokasi di wilayah proyek, mulai dari bengkel perawatan peralatan hingga bengkel fabrikasi baja di daerah dataran rendah. Beberapa mitra kami juga telah mendirikan sarana-sarana di daerah dataran rendah dalam rangka mendukung usaha mereka untuk menyediakan jasa bagi kegiatan operasional kami.
Logistik
Sebagaimana yang berlaku pada setiap kegiatan operasional berkapasitas besar, rantai pasokan dan logistik merupakan hal yang sangat penting bagi usaha kami. Kami mempunyai jaringan terbukti untuk memasok bahan-bahan ke Portsite - berikut armada kendaraan yang diperlukan untuk mengangkut bahan-bahan dari Portsite menuju lokasi operasional kami di seluruh wilayah proyek. Salah satu mitra kami lainnya menjalankan operasi logistik di lokasi dari pelabuhan kepada pengguna, selain kegiatan perawatan tertentu untuk peralatan non tambang, perawatan jalan, dan angkutan bus karyawan.
Sebagaimana yang berlaku pada setiap kegiatan operasional berkapasitas besar, rantai pasokan dan logistik merupakan hal yang sangat penting bagi usaha kami. Kami mempunyai jaringan terbukti untuk memasok bahan-bahan ke Portsite - berikut armada kendaraan yang diperlukan untuk mengangkut bahan-bahan dari Portsite menuju lokasi operasional kami di seluruh wilayah proyek. Salah satu mitra kami lainnya menjalankan operasi logistik di lokasi dari pelabuhan kepada pengguna, selain kegiatan perawatan tertentu untuk peralatan non tambang, perawatan jalan, dan angkutan bus karyawan.
Jasa Boga
Mengingat jumlah orang yang berada di lokasi, maka salah satu mitra kami menyediakan jasa boga untuk menyediakan makanan bagi pekerja kami, selain jasa pengelolaan barak dan pembersihan.
Mengingat jumlah orang yang berada di lokasi, maka salah satu mitra kami menyediakan jasa boga untuk menyediakan makanan bagi pekerja kami, selain jasa pengelolaan barak dan pembersihan.
Langkah
yang Ditempuh Pemerintah Agar SDA Yang
Dieksploitasi Dapat Mensejahterakan Rakyat Indonesia
Straregi
dan langkahpenataan pengembangan potensi daearah yang berkeadilan dan
berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pemerintahsangat perlu di
laksanakan agarpengalaman masa lalu dalam pengelolaan potensi daerah yang hanya
menguntungkan segelintir orang dari luar jangan sampai terulang dan disamping
itu juga dalam rangka mengantisipasi timbulnyafriksi dantuntutan serta protes
masayarakat akibatkecemburuan dari pengelolaan yang belum nenerapkan segi
keadilan bagi masyarakat daerah, timbulnya kerusauhan dan berbagai protes
masyarakat nantinya akan membuyarkan semua investasi yang sudah ditanamkan dan
harapan untuk menggaet investor sulit untuk dilakukan akibat cara penanganan
yang salah dalam mengelola investasi didaerah.
Perlu adanya kesadaan dan tekad semua pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai temapat tujuan investasi yang menyenangkan, aman dan terjamin dimana kondisi tersebut menimbulkan berbondong-bondong investor akan menanamkan modalnya.
Perlu adanya kesadaan dan tekad semua pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai temapat tujuan investasi yang menyenangkan, aman dan terjamin dimana kondisi tersebut menimbulkan berbondong-bondong investor akan menanamkan modalnya.
Hal lain
yang sangat penting juga diantisipasi dalam penataan pengelolaan investasi
tersebut adalah merubah paradigma penonton menjadi paradigma pelaku usaha agar
masyarakat daerah tidak jadi penonton saja melainkan juga turut berperan aktif dalam
pengelolaan investasi sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.
Untuk
maksud tersebut diusulkan strategi Pengelolan Penataan Potensi Daerah sebagai
berikut :
1.Pembentukan Tim Persiapan dan Percepatan Investasi
1.Pembentukan Tim Persiapan dan Percepatan Investasi
Dalam
rangka penataan dan melakukan langkah opersioanal persiapan penataan investasi
perlu dibentuk Tim Gabungan dibawah Koordinator Pemerintah dalam hal ini
BKPM/BKPMD dan Kadin yang terdiri dari berbagai unsur meliputi instansi
pemerintah, akademisi, praktisi usaha, NGO dan komponen lain yang terkait,
dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
ü Membuat juklak dan juknis standar operasional
prosedur Penataan dan percepatan investasi
ü Melakukan sosialisasi dan penyiapan lokasi
serta penyiapan masyarakat terhadap kegiatan penataan investasi
ü Menyusun program prioritas investasi
masing-masing daerah
ü Melakukan kajian Feasibility studi bekerjasama
dengan konsultan Independent
ü Menyusun dan membuat proposal bisnis
masing-masing proyek investasi dalam bentuk Proposal bisnis yang memuat tentang
informasi yang dapat dipercaya terhadap prospek masing-masing proyek untuk
ditawartkan kepada calon Investor
ü Penyiapan surat dukungan dan rekomendasiserta
administrative lainnya dari instansi terkait untuk awal atas nama Tim
selanjutnya setelah investor berminat serius selanjutnya segala bentuk
administrative terrsebut di balik nama atasnama perusahaan investor tersebut.
ü Negosiasi dan Advocasi dan temu bisnisdengan
calon investor dan bankir Internasional untuk memasarkan peluang investasi
tersebut.
ü Membantu Investor dalam sosialisasi, pembebasan
lahan, penyiapan masyarakat dan pengamanan sampai kegiatan pra kontruksi dan
dapat dilanjutkan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan perusahaan tersebut.
ü Melakukan pemantauan dan pembinaan dan proteksi
serta pengaturan jalannya investasi.
ü Memantau kontribusi manfaat investasi bagi
masyarakat dan pemerintah darah, termasuk mencegah timbulnya ekonomi biaya
tinggi akibat pungutan-pungutan yang tidak resmi
2.Penetapan
Zona Kawasan Pengembangan Investasi dan Distribusinya
Untuk
dapat menata dan mengelola potensi daerah agar dapat dimanfaatkan secara
optimal dengan meminimasi potensi konflik dengan masyarakat maupun sesama
pelaku usaha perlu ditetapkan pembagian zona atau wilayah pengembangan
investasiyang disepakati dan ditaati semua pihak termasuk masyarakat setempat.
Dari
potensi yang tersedia berdasarkan hasil kajian dan penelitian Tim Terpadu
Percepatan Investasi selanjutnya ditetapkan zoa kawasan investasi dengan
distribusi sebagai berikut :
a)
.Zona Pengelolaan Investasi Pengusaha dan Masyarakat Daerah
sebesar 30 % dari total potensi yang tersedia
b)
Zona Pengelolaan Investasi BUMD dan atau BUMN yaitu sebesar
20 % dari potensi yang tersedia
c)
Zona Pengelolaan Investasi PMDN dan PMA sebesar 50 % yang
selanjutnya ditawarkan kepada investor nasional dan Luar negeri.
Masing-masing
zona atau kawasan dibatasi secara tegas dan diberirambu-rambu dilapangan
sehinga diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dan perebutan yang dapat
menimbulkan konflik. Masyarakat yang berada di sekitar wilayah zona tersebut
diberikan pengertian dan penyuluhan secara intensif agar dapat mengetahui dan
selanjutnya mendukung terhadap program tersebut. Kepada masyarakat daerah
dibawah koordinasi pemerintah berupaya mengoptimalkan perannya untuk berusaha
dan bekerja sesuai dengan kemampuannya di wilayah yang telah ditetapkan sebagai
zona masayarakat daerah, sehingga dengan telah terdistribusinya potensi
tersebut dan termasuk pengaturan alokasi bagi masyarakat daerah tentunya
diharapkan masyarakat daerah tidak lagi hanya sebagai penonton melainkan juga
diharapkan dapat terlibat usaha langsung yang tentunya hal ini merupakan jalan
yang penting untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat(secara detail
dituangkan dalam buku yang akan di publikasikan) .
Sebagai kata kunci dalam upaya percepatan
kesejahteraan masyarakat adalah dorong dan libatkan masyarakat daearah untuk berusaha dan aktif dalam
pengelolaan Sumber Daya Daerah dengan proteksi dan pengawasan langsung oleh
Gubernur dan Bupati, saatnya Presiden dan kepala daerah berani melindungi
rakyat daerahnya apabila terdapat kebijakan Pusat yang tidak memihak kepada masyarakat.
Solusi Untuk Pemerintah
Drama
antara Pemerintah Indonesia dan PT. Freeport Indonesia semakin menunjukkan
titik terang yang mungkin akan menjadi akhir dari sengketa ini. PT. Freeport
telah dengan bebas bergerak sejak tahun 1967 melalui Kontrak Karya yang
diberikan oleh Presiden Kedua Indoneia, yaitu Soeharto. Kontrak Karya ini
berisi tentang hak PT. Freeport Indonesia yang dibebaskan untuk mengatur,
membenahi, dan menangani semua jenis operasional mereka termasuk
keuangan, dalam hal ini pemerintah sama sekali tidak boleh ikut campur.
Pemerintah
tidak memiliki kewenangan apapun dalam mencampuri urusan ini, sehingga PT.
Freeport Indonesia, mampu bergerak bebas tanpa adanya batasan dan larangan dari
pemerintah. Sampai datanglah sesosok Jokowi yang dengan tenang berusaha
mengambil alih PT. Freeport Indonesia secara perlahan namun pasti.
Langkah
awal yang diambil Jokowi adalah dengan menggerakan Ignasius Jonan sebagai
mentri ESDM untuk memaksa PT. Freeport Indonesia mengubah perjanjian Kontrak
Karya ini menjadi perijinan pertambangan biasa . Hal ini tentu saja membuat PT.
Freeport Indonesia cukup tertekan dan kalang kabut, pasalnya, selama ini mereka
telah dengan bebas memanfaatkan Kontrak Karya ini dengan sangat apik sekali.
Pembangunan Smelter
Masalah
yang paling utama pada PT. Freeport Indonesia saat ini adalah terjadinya
wanprestasi, dimana PT. Freeport Indonesia belum juga membangun smelter yang
awalnya dijanjikan selesai pada tahun 2017 sesuai perjanjian antara keduanya.
PT. Freeport Indonesia sendiri mengklaim bahwa mereka sangat berniat untuk
membangun smelter, namun masih tersendat oleh masalah terkait
pembebasan lahan, dan di dalamnya terdapat beberapa izin salah satunya adalah
izin AMDAL.
Smelter merupakan bagian dari proses sebuah produksi, mineral yang
ditambang dari alam biasanya masih tercampur dengan kotoran yaitu material
bawaan yang tidak diinginkan. Sementara ini, material bawaan tersebut harus
dibersihkan, selain itu juga harus dimurnikan pada smelter.
Pembangunan Smelter di
wajibkan bagi seluruh perusahaan tambang di indonesia. Baik perusahaan besar
maupun kecil. Setidaknya sudah ada 66 perusahan yang sedang melakukan
pembangunan smelter saat tulisan ini dibuat. Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Jero Wacik mengatakan 66 perusahaan tersebut bagian dari 253 perusahaan
pemegang izin usaha pertambangan (IUP) yang menandatangani pakta integritas
sejak Peraturan Menteri No.7/2012 diterbitkan, karena itulah PT. Freeport
Indonesia diwajibkan untuk membangun smelter yang seharusnya selesai pada 2017.
Divestasi Saham
Masalah
berikutnya yang harus diselesaikan oleh PT. Freeport Indonesia adalah divestasi
saham. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Freeport Indonesia
(PTFI) untuk menaati semua peraturan yang telah dikeluarkan, salah satunya
yakni divestasi saham hingga 51 persen.
Menurut
Jonan, aturan mengenai divestasi saham tercantum dalam Peraturan Pemerintah
(PP) Nomor 1 Tahun 2017 tentang perubahan keempat Peraturan Pemerintah Nomor 23
Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan
Batubara.
Divestasi
saham sebesar 51% dinilai merupakan aspirasi rakyat Indonesia yang ditegaskan
Bapak Presiden agar Freeport dapat bermitra dengan pemerintah sehingga jaminan
kelangsungan usaha dapat berjalan dengan baik dan rakyat Indonesia serta Papua
khususnya juga ikut menikmati sebagai pemilik tambang emas dan tembaga terbesar
di Indonesia.
Penyelesaian
Kemelut
kasus Pemerintah Indonesia melawan PT. Freeport Indonesia membuat keduanya
ingin menempuh jalur arbitrase. Tujuan dari arbitrase sendiri adalah untuk
menemukan jalan tengah dan titik temu yang menyepakati kebutuhan kedua belah
pihak. Tentu saja penyelesaian sengketa melalui forum arbitrase akan
memakan waktu tenaga dan tentu saja biaya yang tidak sedikit, namun jika
negosiasi tak kunjung menghasilkan, maka tak heran bila jalur arbitrase harus
diambil.
Anggota
Kelompok :
- Irma Yantika
- Muhammad Dimas Khoirullah
- Puspita Febriyanti
Sumber ;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar