Berbicara tentang ekonomi koperasi
tidak terlepas dari konsep ekonomi dan koperasi . Ekonomi secara umum di
artikan sebagai usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup , sedang koperasi
adalah organisasi ekonomi dimana anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai
pelanggan .
Konsepsi manusia dalam artian
ekonomi bisa berarti manusia sebagai produsen , sebagai konsumen dan sebagai
pedagang . Ketiga jenis manusia tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni
menggunakan sumber yaang terbatas untuk mencapai kepuasan yng maksimal . Dalam
hal ini manusia di anggap sebagai makhluk yang rasional dalam mengambil
keputusan . Sebagai produsen yang rasional , manusia akan menciptakan produksi
yang optimal artinya berusaha mengombinasikan faktor produksi yang menghasilkan
output tertentu yang dapat mencapai keuntungan yang maksimal . Keuntungan
maksimal merupakan indikator dalam mengukur kepuasan seorang produsen . Bila
manusia manusia bertindak sebagai konsumen yang rasional , ia akan
mengalokasikan pendapatan yang terbatas dalam memenuhi kebutuhan tertentu
hingga diperoleh kepuasan maksimal . Kemudian bila manusia pedagang yang
rasional , ia dapat menginvestasikan dananya kedalam barang-barang dagangan dan
menjual barang-barang tersebut hingga diperoleh keuntungan maksimal .
Asumsi manusia rasional merupakan
dasar dari pemikiran ekonomi , sehingga setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan
oleh manusia yang rasional akan berprinsip pada “Prinsip Ekonomi” , yaitu
menggunakan sumber yang terbatas untuk mencapai hasil maksimal .
Prinsip ekonomi memberikan arah bagi
manusia yang rasional tentang cara memilih beragai alternatif yang dapat
memuaskan kebutuhan hidup . Pilihan ini dimungkinkan karena setiap kebutuhan
tertentu dapat dipenuhi oleh berbagai alat pemuas kebutuhan . Batasan yang
paling pas dalam memilih alat pemuas kebutuhan tadiadalah anggaran yang
dimiliki orang itu , artinya dengan anggaran tertentu seseorang hanya akan
dapat memilih alat pemuas tadi , dan diusahakan di capai kepuasan maksimal atas
penggunaan barang yang dipilih .
Bila koperasi mempunyai keunggulan
dalam menawarkan produk kepada anggotanya dibanding dengan nonkoperasi maka
dengan sendirinya anggota akan bertransaksi dengan koperasi . Demikian halnya ,
jika koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan alternatif investasi
kepadai investor , maka investor akan menanamkan dananya kedalam koperasi .
Dengan demikian , anggota masyarakat dapat dianggap sebagai konsumen potensiaal
atau investor potensial yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh unit-unit usaha
dalam rangka hubungan bisnis.
Ekonomi menyoroti pola pengambilan
keputusan anggota untuk tetap berada dalam koperasi atau keluar dari koperasi
atau anggota potensial untuk memasuki koperasi atau berada diluar koperasi .
Anggapan dasar yang digunakan adalah bahwa anggota akan tetap berada dalam
koperasi atau keluar dari koperasi , atau anggota potensial masuk menjadi
anggota koperasi bila mereka menganggap secara subyektif koperasi memberikan
manfaat (nilai) yang lebih besar daripada organisasi ekonomi lainnya . Manfaat
lebih ini pula yang memberikan dorongan anggota untuk berpartisipasi aktif
dalam koperasi baik partisipasi kontributif maupun insentif . Anggaran yang
mendasari pemilihan alternatif ini adalah manusia rasional , artinya setiap
alternatif yang dipilih adalah alterntif terbaik sesuai prinsip ekonomi .
Pola pikir ini perlu untuk
membedakan antara ekonomi koperasi dengan manajemen koperasi yang lebih
memfokuskan pada upaya pengelolaan keorganisasian , keuangan , keanggotaan dan
personalia , pemasaran , administrasi dan akuntansi , serta produksi dan
distribusi .
Ekonomi
koperasi memberikan gambaran pada pihak manajemen koperasi bagaimana cara yang
terbaik dalam mengambil keputusan penting tentang pelayanan kepada anggota
sehingga koperasi dapat terus berkembang melalui peningkatan partisipasi
anggota . Ekonomi koperasi juga memberikan petunjuk tentang variabel-variabel
kritis yang perlu diperhatikan dalam rangka memperoleh keunggulan bersaing
dengan para pesaingnya . Disamping itu , dengan mempelajari ekonomi koperasi ,
kita akan mengetahui sampai seberapa jauh konsep-konsep yang tersusun dalam
teori ekonomi dapat digunakan untuk menganalisis keunggulan koperasi .
SUMBER :
Hendar dan Kusnadi. 1999. Ekonomi Koperasi. Jakarta : FE-UI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar